Selesai.
Tapi dari sisi pengembangan sistem, justru di situlah banyak hal mulai berjalan.
Ketika membuat modul transaksi penjualan, kita tidak cukup hanya memikirkan bagaimana data penjualan bisa tersimpan. Kita juga harus memikirkan data tersebut nantinya akan ke mana dan memengaruhi apa saja.
Misalnya ketika satu transaksi berhasil disimpan.
Stok barang harus berkurang. Tapi stok yang mana? Kalau ada beberapa toko atau gudang, barang harus berkurang dari lokasi yang benar.
Kalau ada diskon, kita juga harus tahu diskon tersebut nantinya dicatat seperti apa.
Kalau pembayarannya tunai, transfer, kartu, atau bahkan piutang, perlakuannya bisa berbeda.
Belum lagi ketika transaksi tersebut harus masuk ke laporan penjualan, laporan stok, kas/bank, piutang, jurnal, sampai laporan keuangan.
Kemudian muncul kondisi lain.
Bagaimana kalau transaksi dibatalkan?
Bagaimana kalau ada retur?
Bagaimana kalau user salah input?
Bagaimana kalau barang sudah terlanjur mengurangi stok?
Artinya satu tombol Simpan Transaksi sebenarnya bisa berhubungan dengan banyak proses di belakangnya.
Karena itu menurut saya, membuat aplikasi bisnis bukan hanya soal bisa membuat form atau menulis kode.
Kita juga perlu memahami alur bisnisnya.
Kadang justru waktu paling banyak bukan dihabiskan untuk coding, tetapi untuk memahami:
“Kalau proses ini dilakukan, dampaknya ke proses berikutnya apa?”
Semakin jauh kita memahami alurnya, semakin kecil kemungkinan kita membuat sistem yang terlihat benar hari ini, tetapi menimbulkan masalah beberapa bulan kemudian.
Dan menurut saya, di situlah salah satu bagian paling menarik dari membuat sebuah sistem bisnis.
#MicrosoftAccess #VBA #SoftwareDevelopment #ERP #BusinessProcess #AplikasiPOS


Tidak ada komentar:
Posting Komentar